Mendisiplinkan anak, mulai dari orangtua

Ada hal penting yang harus diketahui orangtua supaya efektif dalam menerapkan disiplin pada anak, yakni orangtua harus belajar mengendalikan marah, memecahkan masalah pada suatu situasi tertentu dan mendapatkan dukungan dari anggota keluarga yang lainnya.
Banyak orangtua tidak tahu apa yang harus diperbuat ketika anak mulai melanggar aturan yang telah ditetapkan bersama dalam keluarga. Yang terjadi kemudian adalah reaksi emosional yang akhirnya menimbulkan rasa bersalah orangtuanya.
Tuntutan orangtua untuk disiplin sebelum menerapkan disiplin pada anak merupakan kesimpulan dari serangkaian penelitian psikologi anak. Orangtua akan menjadi seorang penerap disiplin yang paling tidak meyakinkan ketika menerapkan sesuatu yang tidak diyakini kebenarannya.
Pendekatan yang bisa digunakan orangtua adalah mengkombinasi cinta dengan batasan-batasan yang telah disepakati bersama dalam keluarga. Berbagai penelitian menunjukkan orangtua, termasuk mereka yang mendapat pendidikan dengan disiplin amat keras ketika muda, bisa mengatasi berbagai masalah mengenai disiplin pada anak-anaknya.
Penerapan disiplin yang efektif membutuhkan orangtua yang sensitif terhadap kebutuhan anak-anaknya. Anak akan menerima disiplin yang diterapkan dalam keluarga bila merasa dicintai dan dibutuhkan. Pujian dan cinta saja tidak cukup. Orangtua yang terlalu longgar dan membolehkan anaknya berbuat apa saja tidak mendukung pengembangan kemampuan anak dalam pengendalian diri.
Masalah tingkah laku anak harus ditangani sedini mungkin. Menunggu sampai menjelang anak-anak memasuki usia remaja hanya mengurangi kemungkinan untuk berhasil dan meningkatkan resiko terjadinya pelanggaran terhadap aturan keluarga serta problem lainnya.
Memukul bukan hanya tidak efektif untuk menerapkan disiplin tetapi juga bisa melukai harga diri anak dan merugikan hubungan anak-orangtua.
Pengaruh penerapan disiplin yang kelewat keras atau amat longgar untuk anak sama buruknya. Sikap orangtua yang cenderung membolehkan anak melakukan apa saja menyebabkan anak kehilangan rasa percaya diri. Disiplin yang terlalu ketat, seperti pemaksaan untuk patuh bahkan terhadap hal-hal yang remeh, bisa membuat anak memberontak. Reaksi lain adalah kebalikannya yaitu anak menjadi terlalu patuh dan tidak memiliki inisiatif sendiri. Penerapan disiplin harus konsisten serta dibarengi dengan rasa cinta.
Ketika anak – anak melakukan sesuatu yng tidak sesuai dengan aturan keluarga, teguran harus segera disampaikan dengan tegas dalam nada suara netral tanpa berteriak atau memohon dan harus singkat.

2 responses to this post.

  1. Hai,,, salam kenal…
    nama saya Kak Zepe.
    Artikel anda sangat menarik..blognya juga sangat keren.
    Saya salut karena anda peduli dengan dunia anak-anak.
    Senang mengunjungi blog anda,,
    Saya juga punya blog yang berisi lagu anak, dongeng anak, parenting tips,
    Pendidikan kreatif, dan segala hal yang berhubungan dengan dunia anak..
    Anda bisa mengunjungi di http://lagu2anak.blogspot.com
    Bila berkenan, mari bertukar link. Saya tunggu komen anda di blog saya ya…

    Reply

    • salam kenal juga kak…link anda sudah saya kasih di blog saya. bagus lho blognya saya suka. thanks atas alamatnya.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: